Nasionalisme adalah ketika tahun 1993 aku berdiri di puncak gunung tidar dipaksa menyanyi lagu padamu negeri dalam latihan dasar militer.
Nasionalisme adalah ketika Jeny Clavio antusias menanyakan tentang Indonesia ketika di Australia.
Nasionalisme adalah ketika seorang penjual souvenir di Vietnam memberikan harga special setelah tahu aku berasal dari Indonesia.
Nasionalisme adalah ketika dalam penerbangan ke Amsterdam, seorang diplomat Rumania menceritakan tentang Indonesia di bangku sebelah.
Nasionalisme adalah ketika di Under the Hamer pub, mereka semua tahu tentang Indonesia.
Nasionalisme adalah ketika Marie Lusi Jensen seseorang berkewarganegaraan Denmark mengira aku dari Bali karena kesamaan nama Agung.
Nasionalisme adalah ketika Bjorg Tendenes Rud seorang bule Norway menuliskan kalimat “terima kasih” di kalimat terakhir email nya.
Nasionalisme adalah ketika Sebastiao Malungo di Luanda tahu detail tentang Bandung dan Jakarta.
Nasionalisme adalah ketika di meja Casino, waitress nya familiar dengan Indonesia
Nasionalisme adalah ketika Charlie Hammond di ujung telpon sana mengucapkan “selamat pagi” di awal pembicaraannya.
Nasionalisme adalah ketika di atas bus di San Francisco, beberapa orang bercakap-cakap dalam bahasa Indonesia.
Nasionalisme adalah ketika check in di Philadelphia, petugas check in desk nya seorang WNI.
Nasionalisme adalah ketika taxi driver di San Francisco tahu detail tentang Indonesia
Nasionalisme adalah ketika karyawan hotel di Maroko menawarkan sajadah untuk sholat karena aku dari Indonesia.
Nasionalisme adalah ketika suatu saat makan siang di Inverness, mereka memberi tambahan menu karena kita orang Indonesia.
Nasionalisme adalah ketika sebuah resto chips and fish memberi harga special di Forth Augustus.
Nasionalisme adalah ketika dua orang di bangku sebelah dalam penerbangan dari Amerika menuju London dengan bangga bercerita sering berkunjung ke Indonesia
Nasionalisme adalah ketika bertemu puluhan pahlawan devisa di Dubai Airport.
Nasionalisme adalah ketika setiap bangun tidur kudengar lagu Indonesia Raya sebagai alarm di nada handphone ku nun jauh dari Indonesia.
Dan masih banyak lagi nasionalisme menurut sudut pandang dan pengalamanku selama ini. Cukupkah hanya itu? Semoga tidak
